FN Indonesia Pekanbaru - Rimbunnya pepohonan yang selama ini menjadi peneduh di kawasan Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, kini berkurang. Sejumlah pohon di sepanjang kawasan tersebut ditebang dalam beberapa hari terakhir. 

Kondisi itu menjadi perhatian warga. Pasalnya, pohon-pohon yang ditebang berada di sekitar bangunan usaha yang baru selesai dibangun. 

Pantauan di lokasi, sejumlah batang pohon yang sebelumnya tumbuh di sepanjang area tersebut sudah tidak terlihat lagi. Penebangan dilakukan di sekitar bagian depan bangunan usaha yang baru berdiri. 

Warga mempertanyakan alasan penebangan tersebut. Mereka menilai keberadaan pohon justru memberikan keteduhan bagi pengguna jalan dan membuat kawasan perkotaan terasa lebih sejuk. 

Ridho (42), warga Kecamatan Bina Widya, mengatakan suasana di sekitar lokasi terasa lebih gersang setelah pepohonan ditebang. 

“Sejak pohon itu ditebang, terasa semakin gersang. Kenapa pohon itu ditebang, Apa mungkin biar usaha baru itu kelihatan, begitu? Saya sebagai warga mengecam orang yang menebang pohon-pohon itu,” ucap Ridho, Rabu (16/9/2026). 

Menurut Ridho, pohon-pohon tersebut sebelumnya tidak mengganggu arus lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan. Karena itu, ia mempertanyakan alasan pohon yang berfungsi sebagai pelindung dan peneduh justru dihilangkan. 

“Pohon itu kan tidak mengganggu jalan atau membahayakan pengguna jalan, tapi kenapa dipotong. Justru kita senang banyak pohon, sebagai pelindung dan bikin sejuk. Pemerintah Pekanbaru harusnya jangan biarkan kota ini tambah gersang,” katanya. 

Sorotan serupa disampaikan warga lainnya, Andi (28). Ia menilai penataan kawasan perkotaan semestinya tidak dilakukan dengan mengorbankan pepohonan yang sudah tumbuh. 

“Kalau penataan kota itu, bukan pohon yang ditebang. Harusnya pemerintah menggalakkan penghijauan. Yang ditata dan dirapikan itu kabel-kabel semrawut di tiang itu,” tutur Andi. 

Pengamat lingkungan Riau, Rawa El Amady, turut menyayangkan penebangan sejumlah pohon tersebut. 

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan terlebih dahulu pihak yang melakukan penebangan dan dasar dilakukannya pemotongan pohon. Jika dilakukan masyarakat tanpa alasan yang dibenarkan, pemerintah dinilai perlu mengambil tindakan. 

“Kalau penebangnya pemerintah, hal ini merupakan tindakan yang ceroboh. Karena pohon pelindung jalan itu penting bagi masyarakat pejalan kaki,” kata Rawa. 

Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan pohon di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau. 

“Selain itu, dalam kondisi asap karhutla saat ini, kehadiran pohon sangat penting untuk mengurangi beban karbon,” imbuhnya. 

Rawa menilai masih banyak aspek perkotaan yang dapat dibenahi tanpa harus mengurangi ruang hijau. Salah satunya persoalan kabel yang semrawut di sepanjang jalan. 

Menurutnya, kabel-kabel yang berada di atas tiang seharusnya dapat ditata dengan lebih baik, termasuk mempertimbangkan penempatan jaringan utilitas di bawah tanah. 

Penebangan pohon di kawasan tersebut juga menjadi sorotan karena berlangsung ketika upaya penghijauan terus digaungkan berbagai pihak di Riau. 

Polda Riau, misalnya, tengah mendorong program Green Policing yang salah satu kegiatannya dilakukan melalui penanaman dan pemeliharaan pohon. 

Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah daerah lebih serius menjaga pepohonan yang sudah ada, bukan hanya melakukan penanaman pohon baru. 

Warga juga meminta adanya penjelasan mengenai alasan penebangan serta pihak yang bertanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.