FN Indonesia Pekanbaru - Di tengah penantian yang belum berujung, lantunan doa kembali dipanjatkan dari Pekanbaru. Para jurnalis berkumpul, membaca Yasin, tahlil dan tahfiz, menyatukan harapan untuk lima rekan seprofesi yang hingga kini belum ditemukan di perairan Selat Sunda. 

Suasana penuh kekhidmatan terasa ketika para jurnalis dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pekanbaru serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Riau berkumpul dalam kegiatan doa bersama. 

Doa itu ditujukan bagi M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita ANTARA Biro Banten, Ari Basuki, jurnalis Merdeka.com, Yudistiro Pranoto atau Yudhis, jurnalis iNews, Firdaus Wajidi atau Daus, jurnalis Anadolu Agency, dan Donal Husni, jurnalis lepas. 

Kelima jurnalis tersebut merupakan bagian dari rombongan yang hilang kontak bersama tiga awak kapal saat berada di perairan Selat Sunda. Hingga memasuki hari kedelapan, keberadaan mereka masih menjadi penantian panjang bagi keluarga, rekan kerja dan komunitas pers. 

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pekanbaru, Mhd. Akhwan, mengatakan doa bersama tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus ikhtiar yang dapat dilakukan para jurnalis di daerah. 

“Ya, hari ini kita teman-teman jurnalis di Pekanbaru, ada juga dari luar Kota Pekanbaru dan dari IJTI Riau bersama teman-teman jurnalis mengadakan doa Yasin, tahlil dan tahfiz untuk mendoakan teman-teman kita, lima jurnalis dan tiga awak kapal,” tutur Akhwan. 

Bagi Akhwan, doa menjadi salah satu cara untuk menjaga harapan agar seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat. 

Ia berharap pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan membuahkan hasil dan delapan orang yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan. 

“Harapannya dengan doa yang bisa kita panjatkan, agar dapat ditemukan. Kita juga mengapresiasi Tim SAR Gabungan yang telah menambah waktu masa pencariannya,” katanya. 

Penantian itu tidak hanya menjadi urusan keluarga. Bagi sesama jurnalis, kabar tentang lima rekan yang belum ditemukan menjadi pengingat bahwa di balik setiap liputan, ada risiko yang terkadang harus dihadapi untuk menghadirkan informasi kepada masyarakat. 

Karena itu, dari Pekanbaru, doa terus dikirimkan. Tidak banyak yang dapat dilakukan selain menjaga solidaritas, memberikan dukungan kepada keluarga, dan berharap tim pencarian terus menemukan petunjuk. 

Hari kedelapan boleh saja berlalu, tetapi harapan para jurnalis agar kelima rekan mereka dan tiga awak kapal segera ditemukan.