Kafilah Kuansing Digembleng Intensif Hadapi MTQ Riau ke-44
MTQ Riau 2026: Kuansing Gembleng Kafilah Demi Raih Gelar Juara Umum
TELUK KUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menunjukkan keseriusan penuh dalam menyongsong pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026. Tidak hanya menargetkan sukses sebagai tuan rumah, Kuansing juga bertekad meraih gelar Juara Umum pada ajang syiar Islam terbesar tingkat provinsi tersebut.
MTQ Riau ke-44 dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni hingga 2 Juli 2026 di Teluk Kuantan. Perhelatan ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kuantan Singingi untuk menunjukkan keberhasilan pembinaan generasi Qurani sekaligus memperkuat citra daerah sebagai pusat kegiatan keagamaan di Provinsi Riau.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus mematangkan kesiapan para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, serta peserta di seluruh cabang perlombaan. Pembinaan kemampuan, penguatan mental bertanding, hingga kesiapan teknis menjadi fokus utama dalam persiapan kafilah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Fiskal, menegaskan bahwa pembinaan yang terencana dan berkelanjutan merupakan kunci utama untuk meraih prestasi terbaik.
Menurutnya, keberhasilan menjadi juara umum tidak dapat dicapai secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, disiplin tinggi, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Instruksi langsung dari Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, sudah sangat jelas. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama lembaga keagamaan harus melakukan pembinaan kafilah secara terencana, terukur, komprehensif, dan berkelanjutan,” ujar Fiskal.
Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melaksanakan program pemusatan latihan atau Training Center (TC) bagi seluruh anggota kafilah yang dipersiapkan menghadapi MTQ Riau 2026.
Program pembinaan intensif itu dilaksanakan secara terpusat melalui sistem karantina selama satu pekan, mulai 9 hingga 15 Februari 2026, bertempat di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru.
Melalui program tersebut, para peserta mendapatkan pembinaan menyeluruh yang mencakup penyempurnaan teknik seni baca Al-Qur'an, penguatan hafalan, pendalaman tafsir, simulasi penampilan, hingga evaluasi teknis sesuai standar penilaian dewan hakim.
Selain meningkatkan kemampuan peserta, para pelatih juga melakukan evaluasi secara individual untuk memetakan kekuatan dan kelemahan setiap peserta sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Fiskal menjelaskan, persiapan yang dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan MTQ bertujuan memberikan ruang yang cukup bagi pelatih dan peserta untuk meningkatkan kualitas serta memperbaiki berbagai aspek yang masih perlu disempurnakan.
“Persiapan ini tidak boleh dilakukan secara instan. Harus serius, berkesinambungan, dan dilakukan dengan penuh komitmen agar kafilah Kuantan Singingi mampu mengukir prestasi terbaik pada MTQ Tingkat Provinsi Riau,” katanya.
Target juara umum yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dinilai realistis melihat besarnya dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan keagamaan. Dukungan anggaran, sinergi lintas OPD, keterlibatan lembaga keagamaan, serta komitmen para pelatih menjadi modal penting dalam mewujudkan target tersebut.
Lebih dari sekadar mengejar prestasi, pembinaan kafilah MTQ juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Kuantan Singingi, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana syiar Islam, pembinaan karakter, serta wadah memperkuat identitas daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan budaya Melayu.
Dengan persiapan yang matang, pembinaan yang intensif, serta dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Kuantan Singingi optimistis mampu meraih prestasi terbaik sekaligus menyukseskan penyelenggaraan MTQ Riau ke-44 Tahun 2026.
Apabila sukses penyelenggaraan dapat berjalan seiring dengan sukses prestasi, maka Kuantan Singingi tidak hanya akan dikenang sebagai tuan rumah MTQ yang baik, tetapi juga sebagai daerah yang berhasil mencetak sejarah baru di panggung syiar Islam tingkat Provinsi Riau.
0 Komentar