Bentengi Generasi Muda, BNNK Pekanbaru Gelar Penyuluhan dan Deklarasi Anti Narkoba Bersama 1.300 Pelajar SMPN 13
FN Indonesia Pekanbaru - Suasana Aula SMP Negeri 13 Pekanbaru, Kamis (16/7/2026), tampak berbeda dari biasanya. 1300 orang pelajar memenuhi ruangan dengan penuh antusias, bukan untuk mengikuti pelajaran di kelas, melainkan mendengarkan pesan penting tentang masa depan mereka. Pagi ini, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru hadir membawa satu misi besar, menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Seluruh siswa dan siswi dari SMP Negeri 13 di Kota Pekanbaru mengikuti sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkotika yang digelar BNNK Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata membangun kesadaran sejak dini agar pelajar mampu menjadi pelopor sekaligus agen perubahan dalam memerangi narkoba di lingkungan masing-masing.
Kepala BNNK Pekanbaru, Kombes Pol Dr. Wawan, SH., MH., mengajak para pelajar untuk memahami bahaya narkotika yang kini terus berkembang, termasuk maraknya penyalahgunaan etomidate dalam bentuk cairan vape atau cartridge. Ia menjelaskan berbagai jenis narkoba, dampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental, hingga konsekuensi hukum yang mengancam pengguna maupun pengedar.
Menurut Wawan, pelajar merupakan kelompok yang rentan menjadi sasaran peredaran narkoba. Karena itu, mereka harus memiliki pengetahuan yang cukup agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun pergaulan yang salah.
"Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah hingga masyarakat. Pelajar memiliki peran penting untuk saling mengingatkan dan menjadi contoh bagi teman-temannya," ujarnya.
Sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai ciri-ciri penyalahgunaan narkoba, cara menghindarinya, hingga langkah yang harus dilakukan apabila mengetahui ada penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.
Wawan juga menjelaskan bahwa BNNK Pekanbaru secara konsisten menggencarkan edukasi anti narkoba di berbagai jenjang pendidikan. Program tersebut telah menyasar peserta didik mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, SMP, SMA, SMK, hingga perguruan tinggi. Selain itu, BNNK terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat melalui sosialisasi, dialog interaktif, pembentukan relawan, dan deklarasi anti narkoba.
Kepala SMP Negeri 13 Pekanbaru, Zurdianto, mengapresiasi langkah BNNK Pekanbaru yang terus memberikan edukasi kepada pelajar. Menurutnya, pembekalan seperti ini sangat penting agar peserta didik memiliki pemahaman yang benar mengenai bahaya narkoba dan mampu menjaga masa depan mereka.
Sebagai penutup kegiatan, ratusan pelajar secara serentak membacakan Deklarasi Anti Narkoba yang disaksikan para guru dan kepala sekolah. Ikrar tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, BNNK Pekanbaru berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki keberanian mengatakan tidak terhadap narkoba, sehingga cita-cita mewujudkan Pekanbaru yang bersih dari penyalahgunaan narkotika dapat tercapai. (F)
0 Komentar