FN Indonesia Pekanbaru - Polda Riau menggelar pelatihan penanaman bibit mangrove sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Bhayangkara Satbrimob Polda Riau itu bertujuan membekali personel dengan pengetahuan dan keterampilan konservasi lingkungan sebagai implementasi program Green Policing. 

Pelatihan dihadiri Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Direktur Samapta, Direktur Polairud, Direktur Pamobvit, Dansat Brimob, Kabid Humas Polda Riau, serta Manager Project PPIU M4CR Riau M. Arif Fahrurodzi beserta tim. 

Mewakili Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto membuka kegiatan sekaligus menyampaikan permohonan maaf karena Kapolda berhalangan hadir akibat tugas kedinasan. 

Dalam sambutannya, Ino menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Resolusi Merangkul Partisipasi dan Green Policing yang digagas Polda Riau untuk menjawab tantangan keamanan sekaligus persoalan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir, perbatasan, dan pulau-pulau terluar. 

"Wilayah perbatasan merupakan benteng terdepan bangsa. Namun kawasan ini juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, persoalan keimigrasian, hingga ancaman kerusakan lingkungan. Karena itu dibutuhkan kolaborasi semua pihak," tutur Ino. 

Ia menjelaskan, melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, Polda Riau ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat yang tinggal di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pengamanan wilayah, tetapi juga membawa misi sosial, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan. 

Menurutnya, ekspedisi tersebut mengusung sejumlah agenda utama, di antaranya memperkuat semangat nasionalisme, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi menjaga lingkungan. 

Salah satu implementasi Green Policing dilakukan melalui penanaman mangrove sebagai upaya melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan. 

Selain kegiatan konservasi lingkungan, Ekspedisi Merah Putih Presisi juga akan menghadirkan berbagai program pelayanan masyarakat, seperti penyaluran bantuan sosial, bantuan mesin ketinting bagi nelayan, pelayanan kesehatan gratis, hingga dialog bersama masyarakat untuk menyerap aspirasi warga di wilayah perbatasan. 

Ino menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan tidak dapat hanya mengandalkan aparat kepolisian, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. 

"Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, kami ingin membangun kepedulian kolektif agar masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, memperkuat persatuan, dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif," katanya. 

Pelatihan penanaman mangrove ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum pelaksanaan berbagai agenda Ekspedisi Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah pesisir dan perbatasan di Provinsi Riau. 

Program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat, tetapi juga menumbuhkan budaya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga masa depan dan kedaulatan bangsa.