FN Indonesia Pelalawan - Kabar menggembirakan datang dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seekor induk gajah Sumatera bernama Ria secara mengejutkan melahirkan anak betina di Camp Elephant Flying Squad, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui. 

Kelahiran anak gajah tersebut menjadi peristiwa langka dan membahagiakan karena kehamilan Ria sebelumnya tidak terdeteksi dalam pemeriksaan rutin yang dilakukan petugas. 

Momen kelahiran pertama kali diketahui oleh mahout atau pengasuh gajah saat hendak memindahkan Ria dari lokasi penggembalaan. Petugas dibuat terkejut ketika menemukan seekor bayi gajah berada di samping induknya. Di lokasi juga ditemukan ari-ari yang menandakan proses persalinan baru saja berlangsung. 

Kelahiran ini menjadi kejutan besar bagi tim konservasi. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan sebelumnya, Ria tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Justru seekor gajah lain bernama Lisa yang diperkirakan akan melahirkan dalam waktu dekat. 

Bayi gajah berjenis kelamin betina tersebut lahir dengan kondisi sehat dan aktif. Hasil pemeriksaan menunjukkan bobotnya mencapai 102 kilogram dengan tinggi badan sekitar 93 sentimeter. 

Anak gajah itu merupakan kelahiran kelima dari Ria yang kini berusia 55 tahun. Bayi tersebut juga menjadi adik dari Domang, gajah yang sebelumnya sempat viral dan dikenal luas masyarakat. 

Dengan bertambahnya satu individu baru, jumlah gajah jinak yang dirawat di Elephant Flying Squad Tesso Nilo kini menjadi delapan ekor. 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang hadir setelah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan memberikan nama Nona Seroja kepada bayi gajah tersebut. 

Nama Nona Seroja diharapkan menjadi simbol harapan, keteguhan, dan kemampuan untuk terus tumbuh di tengah berbagai tantangan konservasi satwa liar yang dihadapi saat ini. 

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sukmantoro, mengatakan kelahiran Nona Seroja menjadi kabar baik bagi upaya pelestarian gajah Sumatera yang saat ini berstatus satwa sangat dilindungi. 

"Kelahiran ini menjadi harapan baru bagi konservasi gajah Sumatera sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem Tesso Nilo sebagai habitat satwa liar di Provinsi Riau," tuturnya kepada media fn Indonesia.

Selain memastikan kondisi induk dan anak gajah tetap sehat, pihak Balai Taman Nasional Tesso Nilo juga akan memberikan vaksinasi untuk mencegah serangan virus EEHV (Elephant Endotheliotropic Herpesvirus) yang selama ini dikenal sebagai salah satu ancaman utama bagi anak gajah. 

Kelahiran Nona Seroja menjadi simbol optimisme baru bagi masa depan populasi gajah Sumatera serta penguatan komitmen berbagai pihak dalam menjaga kelestarian satwa ikonik Pulau Sumatera tersebut.