Badan Narkotika Nasional Kota Pekanbaru memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, menyusul munculnya modus baru dengan memanfaatkan rokok elektrik atau vape. Salah satu zat yang menjadi perhatian adalah etomidet. Zat ini dikenal dalam dunia medis sebagai obat anestesi, namun kini disalahgunakan dengan cara dicampurkan ke dalam cairan vape. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena penggunaan rokok elektrik cukup populer di kalangan anak muda. Produk yang terlihat seperti vape biasa dikhawatirkan dimanfaatkan untuk menyamarkan kandungan zat berbahaya. Upaya pencegahan dilakukan BNN Kota Pekanbaru dengan menyasar lingkungan Kampus. 

Lebih dari 900 mahasiswa baru dan civitas akademika Universitas Hang Tuah Pekanbaru, mengikuti sosialisasi antinarkoba yang digelar di kampus Jalan Mustafa Sari, Selasa delapan September 2026. Kepala BNN Kota Pekanbaru, Komisaris Besar Polisi Wawan, memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, termasuk risiko penyalahgunaan etomidet. 

Mahasiswa diminta lebih waspada terhadap produk vape yang tidak jelas kandungannya, serta tidak mudah menerima maupun menggunakan produk yang berpotensi mengandung zat terlarang. Etomidet merupakan obat anestesi yang digunakan dalam dunia medis. Jika disalahgunakan, zat tersebut dapat mempengaruhi kesadaran, dan menimbulkan risiko terhadap kesehatan. 

Selain mendapatkan edukasi, mahasiswa dan civitas akademika Universitas Hang Tuah Pekanbaru juga menyatakan komitmen, melalui Deklarasi Anti Narkoba. Deklarasi ini menjadi bentuk kesepakatan bersama untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. 

BNN Kota Pekanbaru menegaskan, perkembangan modus penyalahgunaan narkoba harus diimbangi, dengan peningkatan kewaspadaan masyarakat. Pencegahan tidak hanya menjadi tugas aparat, tetapi juga membutuhkan peran keluarga, lingkungan pendidikan dan masyarakat. Edukasi dan sosialisasi pun akan terus diperluas untuk melindungi generasi muda dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.