FN Indonesia Pekanbaru - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru mulai menunjukkan perkembangan positif setelah hujan mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Kota Pekanbaru, saat ini tidak ditemukan titik api di wilayah kota.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat, terlebih berdasarkan pemantauan cuaca, hujan masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan.

“Alhamdulillah beberapa hari ini kita mengalami curah hujan dan pagi hari ini kita dilaporkan bahwa titik api di Kota Pekanbaru itu zero titik api,” tutur Agung.

Menurutnya, berdasarkan informasi dan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peluang hujan masih terdapat dalam satu hingga tiga hari ke depan.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau kegiatan pembelajaran di sekolah kembali dilakukan secara langsung atau tatap muka.

Agung meminta seluruh siswa di Kota Pekanbaru kembali ke sekolah untuk mengikuti proses belajar secara langsung. Namun, ia mengingatkan sekolah tetap menerapkan langkah antisipasi mengingat kualitas udara masih dapat dipengaruhi asap dari wilayah lain.

“Kita fokus ke dalam ruangan dan juga tentu kepada orang tua untuk membekali anak-anaknya menggunakan masker,” katanya.

Wali Kota juga meminta sekolah mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan, termasuk kegiatan bermain maupun pembelajaran yang dilakukan di area terbuka.

Menurut Agung, meski titik api di Pekanbaru saat ini tercatat nihil, kondisi udara belum sepenuhnya dapat dilepaskan dari pengaruh kebakaran yang terjadi di luar wilayah Kota Pekanbaru.

Arah angin yang membawa asap dari daerah lain menjadi salah satu faktor yang tetap harus diantisipasi pemerintah dan masyarakat.

“Kita terus memantau tentang perkiraan cuaca di Kota Pekanbaru karena walau titik apinya zero di Kota Pekanbaru, namun tentu arah angin yang membawa asap dari luar Kota Pekanbaru tentu perlu kita perhatikan,” jelasnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru bersama sejumlah pemangku kepentingan juga akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi udara untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Agung mengajak masyarakat turut berdoa agar kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau maupun daerah lain di Indonesia segera dapat dipadamkan.

Ia berharap kondisi cuaca yang lebih basah dapat membantu mengurangi potensi karhutla sekaligus mengakhiri persoalan asap yang berdampak terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat.

“Dan mari kita berdoa bersama-sama agar cuaca ini dan juga api di mana pun saat ini ada kebakaran, baik di Riau maupun di luar Provinsi Riau, kita sama-sama mendoakan agar seluruh api di Indonesia ini padam dan tentunya kita semua terhindar dari asap yang membahayakan,” pungkas Agung.