Hari Keempat Pencarian 8 Orang Hilang, Tim SAR Gabungan Kerahkan Kapal dan Helikopter
FN Indonesia Pandeglang - Upaya menemukan delapan orang yang hilang setelah speed boat yang mereka tumpangi tak lagi dapat dihubungi masih berlanjut di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari keempat pencarian pada Jumat (11/9), Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran melalui jalur laut dan udara.
Sejumlah kapal dan perahu dikerahkan untuk menyisir sektor-sektor yang telah ditetapkan, termasuk perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sertung hingga wilayah lain di Selat Sunda. Operasi dilakukan secara terpadu dengan membagi area pencarian agar pemantauan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.
Dalam operasi tersebut, sejumlah armada turut dilibatkan, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP Sanjaya, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang dan TB Gunung Santri.
Pemantauan dari udara juga dilakukan untuk membantu menemukan tanda-tanda keberadaan para korban. Basarnas mengoperasikan Helikopter HR-3604 serta dua drone thermal yang digunakan untuk memperluas jangkauan pencarian.
KN SAR Tetuka 247 melakukan pencarian visual di kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau dengan bantuan drone. Sementara RIB 02 Banten menyisir perairan Pulau Sertung dan kawasan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Penyisiran pada sektor lainnya dilakukan oleh KN SAR Basudewa, RIB Lampung, KRI Leuser, KAL Anyer, KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KP Hayabusa dan RBB Pulau Peucang. Masing-masing unsur bergerak sesuai pembagian wilayah operasi yang telah ditentukan.
Sementara itu, pencarian melalui udara berlangsung di Sektor H dengan cakupan sekitar 2.063 nautical mile persegi. Helikopter HR-3604 berangkat dari Lapangan Bola Carita pada pukul 16.10 WIB untuk melakukan pemantauan dari udara dan kembali mendarat sekitar pukul 17.30 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan seluruh potensi SAR terus dimaksimalkan untuk menemukan delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian.
“Pencarian terus kami perluas, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur bekerja sesuai sektor yang telah ditentukan, termasuk dukungan helikopter dan drone untuk memperbesar jangkauan pemantauan,” ujar Al Amrad.
Menurutnya, hasil operasi akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan, kondisi cuaca serta aspek keselamatan para personel yang terlibat.
Hingga pencarian hari keempat berakhir, belum ditemukan korban maupun tanda-tanda keberadaan survivor. Delapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian.
Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan hingga berawan. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10–20 knot, sedangkan tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5–2,5 meter.
Tim SAR Gabungan memastikan operasi pencarian masih terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh sarana yang tersedia.
0 Komentar