FN Indonesia Pekanbaru - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat membuat Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah antisipasi dengan mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (daring). 

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dan Kepala BMKG Pekanbaru Warjono untuk membahas perkembangan kualitas udara serta potensi masuknya asap ke wilayah Kota Pekanbaru. 

"Masih ada titik api yang perlu diwaspadai karena memang ada potensi asap masuk ke Pekanbaru," ujar Agung. 

Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan, asap yang masuk ke Pekanbaru tidak hanya berasal dari wilayah Riau, tetapi juga berpotensi terbawa angin dari sejumlah wilayah di Sumatera. 

"Asap yang ke Pekanbaru ini berasal dari Pelalawan, kemudian Kampar dan juga dari provinsi sebelahnya, termasuk Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung," katanya. 

Menurut Warjono, kondisi tersebut dipengaruhi arah angin yang bergerak dari selatan menuju utara dan melintasi wilayah Pekanbaru. Kondisi ini menyebabkan asap dari sejumlah wilayah berpotensi terkonsentrasi di wilayah Riau, termasuk Kota Pekanbaru. 

Ia menyebut, hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, terutama pada periode pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB. 

"Kita perlu waspadai karena potensi ke depannya masih ada," tegasnya. 

Sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik, Pemkot Pekanbaru memutuskan pembelajaran pada Senin, 24 Agustus 2026, tetap dilaksanakan melalui sistem pembelajaran jarak jauh atau daring dari rumah. 

Kebijakan tersebut berlaku bagi peserta didik mulai jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP di Kota Pekanbaru. 

Agung menegaskan, para siswa tidak diwajibkan dan tidak dianjurkan datang ke sekolah selama pembelajaran daring berlangsung. 

"Kita memutuskan agar pembelajaran pada hari Senin tanggal 24 Agustus tetap dilaksanakan, namun pembelajaran dengan jarak jauh atau daring dari rumah," jelasnya Minggu, 23 Agustus 2026. 

Ia juga meminta para guru tidak memberikan beban berlebihan kepada siswa maupun orang tua selama pelaksanaan pembelajaran daring. 

"Kepada seluruh guru untuk tidak membebankan baik peserta didiknya maupun orang tuanya selama menjalankan daring ini," ujarnya. 

Pemkot Pekanbaru bersama BMKG akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla dalam beberapa hari ke depan. 

Agung berharap hujan yang diperkirakan turun dalam dua hari mendatang dapat membantu menekan konsentrasi polutan sekaligus memperbaiki kualitas udara di Kota Pekanbaru. 

"Mudah-mudahan dua hari lagi ada hujan sehingga mengurangi polutan yang ada di Pekanbaru dan bisa disesuaikan kembali," katanya. 

Ia menambahkan, kebijakan pembelajaran daring akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara. Jika kondisi kembali membaik, aktivitas belajar tatap muka di sekolah diharapkan dapat kembali dilaksanakan. 

"Kita pantau dalam sehari. Mudah-mudahan hari berikutnya anak-anak kita sudah bisa sekolah kembali," pungkas Agung.