UAS Apresiasi Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau: Perkuat NKRI hingga Wilayah 3T
FN Indonesia Pekanbaru - Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mendapat apresiasi dari Ustaz Abdul Somad. Menurutnya, langkah jajaran Polda Riau menjangkau wilayah terluar, terjauh dan tertinggal (3T) menjadi wujud nyata kehadiran negara sekaligus memperkuat persatuan masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Ustaz Abdul Somad, kehadiran aparat kepolisian hingga ke pelosok wilayah Riau memiliki makna penting bagi masyarakat yang selama ini berada jauh dari pusat pemerintahan.
Ia mencontohkan wilayah Concong di Kabupaten Indragiri Hilir yang memiliki akses cukup sulit untuk dijangkau. Perjalanan dari Pekanbaru menuju Tembilahan disebut dapat memakan waktu sekitar tujuh jam melalui jalur darat, sebelum kemudian dilanjutkan menggunakan transportasi laut.
"Pernah dengar kata Concong, Dari Pekanbaru ke Tembilahan lebih kurang tujuh jam, melewati jalan naik turun, melewati seribu parit. Setelah itu naik speed baru sampai," tutur Ustaz Abdul Somad.
Ia mengatakan kondisi geografis tersebut menggambarkan tantangan masyarakat yang tinggal di wilayah 3T. Karena itu, ketika seorang jenderal polisi dapat hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya di kampung-kampung yang sulit dijangkau, kehadiran tersebut dinilai memiliki arti tersendiri.
Menurutnya, masyarakat di wilayah pelosok tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan perhatian dan kehadiran negara.
"Kira-kira bagaimana perasaan anak-anak di sana ketika seumur hidup mereka baru itu melihat ada polisi jenderal bisa sampai ke kampung halaman mereka," katanya.
Ustaz Abdul Somad menilai Ekspedisi Merah Putih Presisi bukan sekadar kegiatan perjalanan menuju wilayah terpencil. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menyebut wilayah perbatasan tidak hanya memiliki batas secara geografis, tetapi juga menghadapi tantangan berupa perbedaan budaya, bahasa hingga minimnya interaksi dengan wilayah pusat.
"Itulah yang sudah dilakukan oleh sahabat-sahabat kita di Polda Riau dalam program yang bernama Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 untuk menjaga NKRI di tengah perbatasan, tidak hanya sekadar berbatas tanah, tapi juga berbatas budaya, berbatas bahasa, berbatas kunjungan," ungkapnya.
Ustaz Abdul Somad juga mengingatkan pentingnya negara hadir secara langsung di tengah masyarakat yang tinggal di wilayah terluar dan sulit dijangkau. Menurutnya, kunjungan tersebut dapat membangun rasa memiliki dan memperkuat ikatan masyarakat dengan negara.
"Kalau saudara-saudara ini tidak kita kunjungi, apa yang terjadi dengan perasaan mereka" ujarnya.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada jajaran Polda Riau yang telah mengerahkan tenaga serta sumber daya untuk menjangkau masyarakat di wilayah 3T.
"Tahniah, selamat buat bapak-bapak, saudara-saudara kita yang sudah mengerahkan segenap kemampuan dan tenaga sampai ke terluar, tertinggal, terjauh," katanya.
Ustaz Abdul Somad berharap Ekspedisi Merah Putih Presisi dapat semakin memperkuat persatuan masyarakat serta menjaga keutuhan NKRI.
Ia menggambarkan upaya tersebut sebagai proses menyatukan kembali bagian-bagian masyarakat yang mungkin selama ini terasa jauh dari perhatian negara.
"Mudah-mudahan dengan menyentuh hati saudara kita, memperkuat NKRI, menyatukan lagi serpihan-serpihan yang berkecai, yang patah disambung, yang retak direkat, menyatukan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.
0 Komentar