Gajah Lisa Melahirkan Anak Keenam, Bayi Jantan Lahir Sehat di Tesso Nilo
FN Indonesia Pelalawan – Kabar menggembirakan datang dari upaya konservasi gajah sumatera di Provinsi Riau. Seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin jantan lahir dengan selamat di Camp Elephant Flying Squad (EFS), SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.
Anak gajah tersebut lahir dari induk gajah binaan bernama Lisa yang kini berusia 45 tahun. Kelahiran ini menjadi yang keenam bagi Lisa sekaligus menambah anggota baru dalam kelompok gajah binaan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Kelahiran anak gajah ini merupakan hasil perkawinan antara Lisa dengan gajah liar. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberlanjutan populasi gajah sumatera melalui interaksi antara gajah binaan dan populasi liar.
Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, mengatakan proses persalinan Lisa telah dipantau secara intensif oleh tim yang terdiri dari mahout atau pawang gajah, dokter hewan, serta perawat satwa.
Pemantauan dilakukan sejak Minggu (27/9/2026), setelah tim menemukan sejumlah tanda Lisa mulai memasuki fase menjelang persalinan. Di antaranya pengerasan pada bagian mammae atau kelenjar susu serta perubahan perilaku berupa kegelisahan yang lebih tinggi dibandingkan kondisi biasanya.
Pada Senin (28/9/2026) pagi, pergerakan Lisa mulai melambat. Tim kemudian meningkatkan pemantauan hingga sore hari seiring munculnya tanda-tanda persalinan yang semakin kuat.
"Proses kelahiran berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Lisa berhasil melahirkan anak gajah jantan secara mandiri dan dalam kondisi selamat di area Camp EFS TNTN," jelas Heru.
Sekitar 20 menit setelah dilahirkan, anak gajah tersebut sudah mampu berdiri tegak dan menopang tubuhnya sendiri. Kondisi tersebut menunjukkan refleks dan kekuatan fisik awal yang baik.
Berdasarkan pemeriksaan awal dan pengukuran morfometri yang dilakukan tim medis, bayi gajah dinyatakan dalam kondisi sehat.
"Hasil pengukuran menunjukkan anak gajah tersebut memiliki tinggi badan 96 sentimeter, panjang badan 101 sentimeter, lingkar dada 125 sentimeter, suhu tubuh 36 derajat Celsius, serta berat badan sekitar 129 kilogram. Kelahiran ini menjadi tambahan penting bagi populasi gajah sumatera yang saat ini menghadapi berbagai ancaman terhadap kelestariannya," tambahnya.
Untuk memastikan kondisi induk dan anak tetap stabil, tim medis satwa bersama para mahout masih melakukan pengawasan secara intensif selama 24 jam. Pemantauan terutama difokuskan pada kondisi fisik bayi, asupan air susu induk, serta kesehatan Lisa setelah proses persalinan.
Balai Taman Nasional Tesso Nilo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim lapangan, mahout, dan tenaga medis yang terlibat dalam pemantauan hingga proses kelahiran berlangsung dengan aman.
Kehadiran anak gajah baru tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keberlangsungan populasi gajah sumatera di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.
0 Komentar