Kapolres Kampar Pimpin Pemadaman Lahan Gambut di Desa Kualu Nenas
FN Indonesia Kampar - Kepulan asap masih membubung dari hamparan semak belukar di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Jumat (14/8/2026). Kondisi lahan yang berada di atas gambut tebal membuat proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan penanganan ekstra.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang turun langsung ke lokasi sekitar pukul 10.00 WIB untuk memimpin upaya penanggulangan kebakaran yang hingga kini masih berlangsung.
Kebakaran terjadi di kawasan Jalan Uka, RT/RW 001/002, Dusun III, Desa Kualu Nenas. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
Untuk mengendalikan api, sekitar 55 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari jajaran Polri, TNI, BPBD Kabupaten Kampar, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta aparatur desa.
Kapolres Kampar memimpin langsung operasi tersebut bersama Kabag Ops Polres Kampar Kompol Amru Hutahuruk, Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata, Kasat Intelkam AKP Rony Charlos, dan Kapolsek Tambang AKP Aulia Rahman.
Penanganan dilakukan dengan mengerahkan berbagai sarana pendukung. Satu unit helikopter digunakan untuk melakukan water bombing, sementara dua unit mesin ministrek beserta selang dan peralatan lainnya digunakan untuk membantu pemadaman dari darat.
Kendaraan roda dua dan roda empat juga dikerahkan untuk mendukung mobilisasi personel serta distribusi logistik menuju titik-titik yang sulit dijangkau.
Namun, kondisi medan menjadi tantangan utama bagi petugas. Lapisan gambut yang cukup tebal membuat api tidak hanya membakar permukaan, tetapi berpotensi menjalar dan bertahan di bawah tanah sehingga membutuhkan proses pendinginan berulang.
Situasi semakin sulit akibat sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Hembusan angin kencang juga membuat arah pergerakan api cepat berubah dan menyulitkan petugas dalam mengendalikan kobaran.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, seluruh unsur yang terlibat terus bekerja bersama untuk mencegah api meluas.
“Lahan gambut tebal dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Namun, seluruh personel tetap bekerja keras dan bersinergi dengan TNI, BPBD serta warga untuk menekan luas kebakaran,” ujar Boby saat berada di lokasi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca dan lahan yang rawan terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar sama-sama menjaga lingkungan dan tidak membakar lahan secara sembarangan, karena dampaknya sangat merugikan kita semua,” tegasnya.
Selain melakukan pemadaman, kepolisian juga memastikan keamanan di sekitar lokasi dengan memasang garis polisi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga area sekaligus mendukung proses penyelidikan.
Hingga kini, penyebab kebakaran maupun status kepemilikan lahan yang terbakar masih dalam penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan informasi dan melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan secara terpadu untuk memastikan titik api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali bara di dalam lapisan gambut.
0 Komentar